Contoh Makalah Atletik
MAKALAH ATLETIK
DISUSUN
OLEH
NAMA :EDDI SUGANDHI
NIM :1531040084
KELAS :PENJASKESREK .B
UNIRVERSITAS
NEGERI MAKASSAR
FAKULTAS
ILMU KEOLAHRAGAAN
PENJASKESREK
KATA
PENGANTAR
Alhamdulillah,atas kekuatan dan kesehatan yang
diberikan kepada saya sehingga dapat menyelesaikan makalah yang sederhana ini.
Serta salawat dan salam saya sampaikankepada Nabi Besar Muhammad SAW beserta
keluarga dan para sahabat sekalian yang telah membawa. perubahan dari alam
jahiliyah ke alam yang penuh dengan hidayah
Adapun
latar belakang pembuatan makalah ini untuk memenuhi salah satu tugas mata
kuliah pendidikan jasmani (PENJAS) dan juga sebagai dasar pembelajaran dibidang
atletik. Atletik sangat berguna untuk diberikan kepada anak-anak Sekolah Dasar
(SD), dan juga untuk menjaga tubuh agar tetap sehat dan kuat.
Dengan ini saya
mempersembahkan makalah ini dengan penuh rasa terimakasih dan semoga Allah SWT.
Memberkahi kita semua dan makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
DAFTAR ISI
BAB 1 PENDAHULUAN
A.LATAR BELANGKANG MASALAH.............................................................................
B.RUMUSAN
MASALAH....................................................................................................
C.TUJUAN.............................................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
1.LARI JARAK
PENDAK..................................................................................................
2.LEMPAR
CAKRAM.......................................................................................................
3.L0MPAT
JAUH................................................................................................................
4.JALAN CEPAT................................................................................................................
5.T0LAK PELURU............................................................................................................
BAB III PENUTUP
KESIMPULAN...................................................................................................................
DAFTAR
PUSTAKA........................................................................................................
BAB
I PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG
Atletik adalah event
asli dari Olimpiade
pertama pada tahun 776
sebelum Masehi
dimana satu-satunya event adalah perlombaan lari atau stade. Ada beberapa
“Games” yang digelar selama era klasik Eropa: Panhellenik Games The Pythian
Game (dimulai 6 SM) digelar di Argolid setiap dua tahun. The Isthmian Game
(dimulai 523 SM) digelar di Isthmus dari Corinth setiap dua tahun. The Roman
Games Berasal dari akar Yunani murni, Roman game memakai perlombaan lari dan
melempar. Bukannya berlomba kereta kuda dan bergulat seperti di Yunani,
olahraga Etruscan memakai pertempuran galiatoral, yang juga sama-sama 527
Sebelum Masehi digelar di Delphi tiap empat tahun. The Nemean Games (dimulai 51
memakai panggung). Masyarakat lain menggemari kontes atletik, seperti bangsa
Kelt, Teutonik, dan Goth yang juga digemari orang Roma. Tetapi, olahraga
ini sering dihubungkan dengan pelatihan tempur. Pada masa abad pertengahan anak
seorang bangsawan akan dilatih dalam berlari, bertarung dan bergulat dan
tambahan berkuda, memanah dan pelatihan senjata. Kontes antar rival dan sahabat
sangat umum di arena resmi maupun tidak resmi.
Pada abad 19 organisasi
formal dari event modern dimulai.
Ini termasuk dengan olahraga reguler dan latihan di rezim sekolahan. Royal
Millitary College di Sandhurst mengklaim menggunakan ini pertamakali
pada tahun 1812 dan 1825 tetapi tanpa bukti nyata. Pertemuan yang paling tua
diadakan di Shrewsbury, Shropshire di 1840 oleh Royal Shrewsbury
School Hunt. Ada detail dari seri pertemuan tersebut yang ditulis 60 tahun
kemudian oleh C.T Robinson dimana dia seorang murid disana pada tahun 1838
sampai 1841. Eeck Military Academy dimana Woolwich menyelenggarakan sebuah
kompetisi yang diorganisir pada tahun 1849, tetapi seri reguler pertama dari
pertemuan digelar di Exeter College, Oxford dari 1850.
Atletik modern
biasanya diorganisir sekitar lari 400m di trek di hampir semua even yang ada.
Acara lapangan (melompat dan melempar) biasanya memakai tempat di dalam trek.
Atletik termasuk di dalam Olimpiade modern pada tahun 1896 dan membentuk
dasar-dasarnya kemudian. Wanita pertama kali dibolehkan berpartisipasi di trek
dan lapangan dalam event Olimpiade tahun 1928. Sebuah badan pengelola
internasional dibentuk, IAAF dibentuk tahun 1912. IAAF menyelenggarakan beberapa
kejuaraan dunia outdoor pada tahun 1983. Ada beberapa pertandingan regional
seperti kejuaraan Eropa, Pan-American Games dan Commonwealth Games. Sebagai
tambahan ada sirkuit Liga Emas professional, diakumulasi dalam IAAF World
Athletics Final dan kejuaraan dalam ruangan seperti World Indoor Championship.
Olahraga tersebut memiliki profil tinggi selama kejuaraan besar, khususnya
Olimpiade, tetapi yang lain kurang populer.dibawah tekanan profesionalisme pada
akhir tahun 1970.
Sebuah badan baru bernama The Athletic Congress (TAC) dibentuk, dan akhirnya
dinamai USA Track and Field (USATF atau USA T&F). Sebuah tambahan,
organisasi dengan struktural yang lebih kecil, Road Runner Club of America
(RRCA) juga ada di USA untuk mempromosikan balap jalanan. Pada masa modern,
atlet sekarang bisa menerima uang dari balapan, mengakhiri sebutan “amatirisme”
yang ada sebelumnya.
B.RUMUSAN MASALAH
· MENGETAHUI CABANG CABANG DALAM
ATLETIK
C.TUJUAN
·
SUPAYA
KITA DAPAT MENGETAHUI CABANG CABANG DALAM ATLETIK
BAB II PEMBAHASAN
1.LARI JARAK PENDEK
Lari jarak pendek adalah berlari dengan kecepatan penuh sepanjang jarak yang
harus ditempuh, atau sampai jarak yang telah ditentukan. Lari jarak pendek terdiri dari lari
100 m, 200 m, 400 m. secara teknis sama. yang membedakan hanyalah pada
penghematan penggunaan tenaga, karena perbedaan jarak yang
harus
ditempuh. Makin jauh jarak yang harus ditempuh makin banyak tenaga yang harus
dibutuhkan.
Gerakan
lari jarak pendek dibagi menjadi tiga tahap ialah: star, gerakan lari
cepat (sprint), gerakan finis.
1) Start
Dalam
perlombaan lari, ada tiga cara star, ialah :
o star
berdiri (standing start)
o star
jongkok (crouching start)
o start
melayang (flying start) dilakukan hanya untuk pelari ke II, III dan IV
dalam lari estapet 4 x 100 m.
2) Teknik Start
Sikap
start pada aba-aba bersedia Pada aba-aba bersedia pelari maju menuju garis start untuk
menempatkan kaki tumpu pada balok start, kaki yang kuat diletakan di depan.
letakkan tangan tepat di belakang garis start.
Hal-hal
yang penting dalam sikap start:
-
Letak tangan lebih lebar sedikit dari bahu, jari-jari dan ibu jari membentuk
huruf V terbalik,
bahu condong ke depan/sedikit di depan tangan, lengan lurus.
-
Kepala sedemikian rupa sehingga leher tidak tegang, mata memandang ke lintasan
kira-kira 2m atau pandangan di antara kedua lengan menghadap garis star.
-
Tubuh rileks/ tidak kaku
-
Pikiran dipusatkan pada aba-aba berikutnya.
-
Jarak letak kaki terhadap garis star tergantung dari bentuk sikap yang
dipegunakan
3) Bunch start
Letak
kaki belakang terpisah kira-kira 25 – 30 cm. ujung kaki belakang ditempatkan
segaris dengan tumit kaki muka bila dalam sikap berdiri. Jarak kaki dari garis
star kira-kira: kaki depan 45 cm, kaki belakang 70 cm, tergantung dari panjang
tungkai.
4) Medium start
Pada
waktu sikap berlutut, letak lutut kaki belakang di samping ujung kaki depan,
jarak kaki dari garis star kira-kira kaki depan 37 cm, kaki belakng 85 cm,
tergantung dari panjang tungkai.
5) Medium elongated strat
Pada
waktu sikap berlutut, letak lutut kaki belakang di samping tengah-tengah
lengkung telapak tangan kaki depan, jarak kaki dari garis star kira-kira: kaki
muka 35 cm, kaki belakang 90 cm, tergantung dari panjang tungkai
6)
Elongated start
Pada waktu sikap lutut, letak lutut kaki belakang di samping
bagian belakang dari tumit kaki depan, jarak kaki dai agis star kira-kira: kaki
depan 32 cm, kaki belakang 100 cm, tergantung dari panjang tungkai
masing-masing pelari.
·
Gerakan
pada aba-aba Siap
Angkat pinggul kearah atas hingga sidikit lebih tinggi dari
bahu, jadi garis punggung menurun kedepan. Berat badan lebih kedepan. jaga
keseimbngan sampai aba-aba berikutnya bunyi pistol. Kepala rendah, leher tetap
rileks (santai aja!), pandangan ke arah garis star di antara bawah tangan.
Lengan tetap lurus/ siku jangan bengkok. Pada waktu mengangkat pinggul disertai
dengan mengambil nafas dalam-dalam. yang paling penting konsentrasi penuh pada
bunyi pistol/ bunyi sempritan atau bunyi lainya yang disepakati bersama.
·
Gerakan
pada saat aba-aba Ya atau Bunyi Pistol
Ayunkan lengan kiri ke depan dan lengan kanan ke belakang
kuat-kuat (gerakan lengan harus harmonis dengan gerak kaki). Kaki kiri menolak
kuat-kuat sampai terkadang lurus. kaki kanan melangkah secepat mungkin,
serendah mungkin mencapai tanah pada langkah pertama. Berat badan harus
meluncur lurus kedepan, dari sikap jongkok berubah kesikap lari, berat badan
harus naik sedikit demi sedikit tidak langsung tegak, hindarkan gerakan ke
samping. Langkah lari makin lama makin menjadi lebar, enam sampai sembilan
langkah pertama merupak langkah peralihan. Bernafas seperti biasa, menahan
nafas berarti menegakkan badan.
Suatu hal yang perlu mendapat perhatian sebelum melakukan
star ialah pemanasan dengan sebaik-baiknya, merangsang persendian dan
meregang otot-otot ditambah dengan gerakan lari cepat. Hal itu dilakukan untuk
mencegah kemungkinan terjadinya cidera otot.
2.LEMPAR CAKRAM
Peraturan dan Teknik
Lempar Cakram
Lempar cakram adalah salah satu nomor lempar
dalam cabang olahraga atletik. Pada acara Olimpiade sejak 708 M, lempar cakram
merupakan bagian dalam pancalomba (pentatlon). Pada awalnya cakram terbuat dari
batu terupam halus dan kemudian dari perunggu yang dicor dan ditempa.
Cara melakukan lemparan pada
mulanya menirukan nelayan yang melempar jaringnya berulang-ulang. Kemudian,
ditemukan lemparan dengan sikap badan menyiku secara khusus dengan badan agak
bersandar ke depan.
1) Sarana
dan Prasarana
Bahan cakram terbuat dari kayu atau
bahan lain dengan bingkai dari metal. Bingkai berbentuk lingkaran penuh dan
tepat di tengah-tengah cakram ada beban yang dapat dilepas-pindahkan. Ukuran
cakram untuk putra dan putri adalah sebagai berikut.
a) Berat cakram untuk putra: 2 kg
garis tengah: 219-221 mm
b) Berat cakram untuk putri: 1 kg
garis tengah: 180-182 mm

2)
Lapangan Lempar Cakram
Ukuran lapangan lempar cakram adalah
sebagai berikut.
a) Lingkaran untuk melempar
berdiameter 2,50 meter dalam perlombaan yang resmi
terbuat dari metal atau baja.
b) Permukaan lantai tempat melempar
harus datar dan tidak licin, terbuat dari semen, aspal, dan lain-lain.
c) Lingkaran lemparan dikelilingi
oleh sangkar/pagar kawat untuk menjamin keselamatan petugas, peserta, dan
penonton.
d) Bentuk seperti huruf C, dengan
diameter 7 meter, mulut 3,3 meter. Sektor lemparan dibatasi oleh garis yang
berbentuk sudut 40 derajat di pusat lingkaran.
3) Juri
Lempar Cakram
Perlombaan lempar cakram perlu
dipimpin oleh wasit atau juri yang tegas, jujur, adil, jeli, dan penuh wibawa.
Penguasaan peraturan perlombaan, pertandingan, dan pengalaman memimpin harus
terus ditingkatkan agar menunjang lancarnya perlombaan lempar cakram. Jumlah
wasit atau juri dalam perlombaan lempar cakram adalah 5 orang, yaitu juri 1,
juri 2, juri 3, juri 4, dan juri 5. Setiap juri tersebut memiliki tugas dan
wewenang yang berbeda, antara lain sebagai berikut.
a) Juri 1
Memanggil peserta dan mengawasi
gerakan kaki yang salah pada sisi lingkaran pada saat pelempar berputar, seperti
di belakang lingkaran lempar.
b) Juri 2
Mengawasi gerakan kaki yang salah
pada sisi lingkaran, seperti pada saat cakram sedang dilepaskan dari tangan
pelempar. Juri 2 hendaknya memegang pengeras suara (megaphone) untuk
memberitahukan pelempar agar siap sedia. Ia pun memegang bendera isyarat bahwa
suatu lemparan tersebut sah atau tidak.
c) Juri 3
Menempatkan alat pengukur atau ujung
pita meteran pada saat setelah ditempatkannya bendera sebagai pertanda tempat
jatuhnya cakram.
d) Juri 4 dan Juri 5
Bertugas untuk melihat dan mengamati
tempat jatuhnya cakram pertama
(terdekat). Bagi peserta yang kidal,
tentu posisi juri atau wasit harus berubah menyesuaikan dengan keadaan.
Cara melakukan teknik gerakan lempar
cakram adalah sebagai berikut
1) Cara
Melakukan Awalan
Posisi
berdiri menyamping arah lemparan. Kaki direnggangkan selebar badan, sedikit
ditekuk dan rileks. Berat badan pada kedua kaki. Pusatkan perhatian dan lakukan
persiapan untuk melakukan awalan agar mantap. Kemudian, cakram diayun-ayunkan
ke samping kanan belakang lalu ke kiri. Gerakan ini diulang-ulangi dua tiga
kali dilanjutkan dengan awalan berputar.
Lengan
yang memegang cakram diayunkan ke samping kanan-belakang diikuti oleh gerakan
memilin badan ke kanan, kaki kiri mengikuti gerakan dengan tumit agak
terangkat. Kemudian, cakram diayun ke samping kiri diikuti oleh badan dipilin
ke kiri dengan tangan kiri dibawa ke kiri juga, berat badan dipindahkan ke kaki
kiri, kaki kanan kendor dan tumit sedikit terangkat.
2) Sikap
Badan Saat Melemparkan Cakram
Kaki
kanan ditolakkan untuk mengangkat panggul dari posisi rendah di atas kaki kanan
didorong ke depan-atas, selanjutnya badan yang semula condong ke belakang dan
terpilin ke kanan diputar ke kiri diikuti dengan gerakan panggul yang memutar
ke kiri pula. Berat badan dipindahkan dari kaki kanan ke kaki kiri. Setelah
posisi badan siap lempar, dengan waktu yang tepat cakram dilemparkan ke arah
depan-atas.
3) Cara
Melemparkan Cakram
Lepasnya
cakram setinggi dagu dengan lengan lurus kedepan, sudut lemparan kira-kira 30
derajat. Cakram terlepas dari pegangan dengan berputar menurut putaran jarum
jam, putaran cakram terjadi karena tekanan dari jari telunjuk.
4) Sikap
Badan Setelah Melemparkan Cakram
Lepasnya
cakram diikuti dengan badan yang condong ke depan. Pandangan mengikuti jalannya
cakram.
- menerima
tongkat berlari sambil mengulurkan tangan kebelakang. Selanjutnya pelari
sebelumnya menaruh tongkat ke tangan si pelari setelahnya.
3.LOMPAT JAUH
Lompat jauh
merupakan salah satu cabang dari olahraga atletik yang mengandalkan kekuatan
kaki dan kelincahan tubuh. Medan yang digunakan untuk lompat jauh sama seperti
track lari. perbedaannya adalah ada sebuah papan lompatan dan area pasir yang
dipakai sebagai tempat pijakan setelah melompat sekaligus juga sebagai penanda
tempat jatuhnya pelari.

ulfafaila.blogspot.com
Teknik Awalan Gaya Menggantung
- Mengambil
jarak ancang-ancang yang tidak terlalu jauh
- Berlari
dengan tenaga penuh dan secepat-cepatnya
- Ketika
mendekati garis start, kecepatan dan langkah kaki tidak berubah hingga
mulai melakukan lompatan
Teknik Tolakan
Gaya Menggantung
- Gunakan
salah satu kaki ketika berada di papan sebagai tumpuan utama, gerak
tolakan badan harus lebih besar dari sebelumnya
- Tahapan
tumpuan kaki saat berada dipapan tumpuan yang benar adalah berawal dari
tumit, kemudian telapak kaki, selanjutnya diteruskan pada ujung
telapak kaki
- Gerakan
kaki bagian belakang diayun menuju ke depan atas, kemudian bersamaan
dengan gerakan kedua tangan
Teknik Posisi Saat di
Udara Gaya Menggantung
- Posisi kedua
tangan berada di samping teling dalam keadaan lurus ke atas
- Posisi
kedua kaki dirapatkan kemudian diayunkan dari belakang ke depan.
- Posisi awal
tolakan dada agak sedikit dibusungkan kemudian digerakan ke belakang
- Posisi
Badan dan lutul saat di udara diayunkan ke arah depan dengan tenaga yang
meksimal
Teknik
Mendarat Gaya Menggantung
- Posisi
lutut kaki diluruskan ke depan dan bagian lengan agak sedikit ditekuk
- Ketika
kedua kaki ingin menyentuh tempat pendaratan, posisi kaki harus berada di
depan
- Kedua tumit
menjadi tumpuan awal saat pendaratan
- Jika kedua
kaki sudah melakukan pendaratan, posisi badan dilemaskan (mengeper) dan
sedikit membungkuk
Ukuran Lapangan Bak Lompat Jauh
adalah sebagai berikut :
1.
Panjang bak lompat 9 m
2.
Lebar bak lompat = 2,75 m
3.
Lebar lintasan awalan = 1,22 m
4.
Lebar papan tumpu = 20 m
5.
Panjang papan tumpu = 1,22 m
6.
Bak lompat diisi dengan pasir
4.JALAN
CEPAT
Jalan cepat
adalah gerak maju dengan melangkah tanpa adanya hubungan terputus dengan tanah.
Setiap kali melangkah kaki depan harus menyentuh tanah sebelum kaki belakang
meninggalkan tanah. Saat melangkah satu kaki harus berada di tanah, maka kaki
tersebut harus lurus/ lutut tidak bengkok dan tumpuan kaki dalam keadaan posisi
tegak lurus.

1.Posisi
Start
Posisi start pada jalan cepat tidak begitu berpengaruh signifikan pada jalannya lomba. Start pada olahraga ini menggunakan start berdiri, biasa saja seperti umumnya ketika berdiri. Biasanya, pada saat lomba pada aba-aba "bersedia", kaki kiri berada di belakang garis start sedangkan kaki kanan berada di samping sedikit ke belakang dari kaki kiri. Posisi badan agak condong ke depan dengan keadaan yang rileks.
Posisi start pada jalan cepat tidak begitu berpengaruh signifikan pada jalannya lomba. Start pada olahraga ini menggunakan start berdiri, biasa saja seperti umumnya ketika berdiri. Biasanya, pada saat lomba pada aba-aba "bersedia", kaki kiri berada di belakang garis start sedangkan kaki kanan berada di samping sedikit ke belakang dari kaki kiri. Posisi badan agak condong ke depan dengan keadaan yang rileks.
2. Posisi Melangkah
Seperti biasanya ketika kita melangkahkan kaki saat berjalan. Jalan cepat pun juga demikian, mengangkat paha kaki ayun ke depan lutut, terlihat tungkai bawah bergantung lemas, karena ayunan paha ke depan, tungkai bawah ikut terayun ke depan, menyebabkan lutut menjadi lurus. Bedanya adalah jika jalan biasa lebih santai dan sedikit lebih kaku, kalau jalan cepat pastinya lebih cepat, dan biasanya untuk mempercepat langkah, gerakan lebih terlihat gemulai dan lebih lues
Seperti biasanya ketika kita melangkahkan kaki saat berjalan. Jalan cepat pun juga demikian, mengangkat paha kaki ayun ke depan lutut, terlihat tungkai bawah bergantung lemas, karena ayunan paha ke depan, tungkai bawah ikut terayun ke depan, menyebabkan lutut menjadi lurus. Bedanya adalah jika jalan biasa lebih santai dan sedikit lebih kaku, kalau jalan cepat pastinya lebih cepat, dan biasanya untuk mempercepat langkah, gerakan lebih terlihat gemulai dan lebih lues
5. TOLAK PELURU
Cabang olah raga ini dilakukan denag cara melemparkan bola besi yang
sangat berat( peluru ) sejauh mungkin.
·
Cara memegang peluru
Peluru diletakan
pada telapak tangan bagian atas atau pada ujung telapak
tangan yang dekat dengan jari tangan. Jari tangan
diregangkan atau dibuka, jari manis, jari tengah dan jari penunjuk dipergunakan
untuk menahan peluru bagian belakang.Sedangkan jari kelingking dan ibu jari
digunakan untuk menahan peluru bagian samping. Yaitu agar peluru tidak tergelincir
kedalam atau keluar

·
Sikap badan pada waktu akan
menolak
Mengambil
posisi awal dengan membelakangi arah tolakan badan, berdiri tegak dengan kaki
dibuka lebar ( kangkang ) dengan posisi kaki kiri lurus kedepan dan berat badan
ada di atas kaki kanan, pada saat badan diturunkan, tumit kaki penunjang
diangkat, kaki belakang juga diangkat sedikit bengkok, kearah belakang atas,
kemudian badan dibungkukkan kedepan dan lutut kanan ditekuk lurus kedepan
demikian juga ujung kakinya.sedangkan keadaan tangan kanan memegang pelurudan
ditempelkan pada bahu dan tangan kiri dengan siku dibengkokkan berada didepan
sedikit agak serong keatas lemas. Tangan kiri berfungsi untuk membantu dan
menjaga keseimbangan.

·
Cara menolakan peluru
Kaki kanan sekarang segera diluruskan, memberi dorongan bermula dari sol
tumit kaki belakang, sedang kaki kiri menendang ke belakang kuat-kuat terhadap
/ ke arah balok batas tolakan.Bersamaaan dengan memutar badan dari belakang
kearah samping kiri atau kearah tolakan, siku ditarik serong keatas kebelakang(
kearah samping kiri ),pinggul, pinggang dan perut didorong kedepan agak keatas
hingga dada terbuka menghadap kedepan serong keatas kearah tolakan. Dagu
diangkat dan pandangan kearah tolakan. Pada saat seluruh badan menghadap kearah
tolakan, secepatnya peluru itu ditolakan sekuat-kuatnya kedepan kearah tolakan
( parabola ).
BAB
III PENUTUP
KESIMPULAN
Dengan mempelajari atletik kita dapat mengetahui
cabang cabang yang di lombakan mulai dari lompat,lempar,lari dan lain lain.
Dan kita juga bisa mengetahui sejarah dan teknik
teknik dalam cabang cabang olahraga atletik itu sendiri.
Lari jarak pendek adalah lari yang menempuh jarak
antara 50 m sampai dengan jarak 400 m. oleh karena itu kebutuhan utama untuk
lari jarak pendek adalah kecepatan. Kecepatan dalam lari jarak pendek.
Lempar
cakram adalah salah satu nomor lempar dalam cabang olahraga atletik. Pada acara
Olimpiade sejak 708 M, lempar cakram merupakan bagian dalam pancalomba (pentatlon).
Pengertian lari estafet atau lari sambung sendiri
adalah lari yang dilakukan oleh beberapa
orang, biasanya empat yang bergantian secara estafet.
Tujuan
lompat jauh ialah melakukan lompatan sejauh mungkin
dengan teknik dan prosedur yang telah ditetapkan. Sementara itu,
lompat jauh gaya menggantung merupakan salah satu gaya dalam nomor
lompat.
dengan teknik dan prosedur yang telah ditetapkan. Sementara itu,
lompat jauh gaya menggantung merupakan salah satu gaya dalam nomor
lompat.
Lompat Jangkit adalah suatu bentuk gerakan lompat
yang merupakan rangkaian urutan gerak yang dilakukan dengan berjingkat,
melangkah, dan melompat untuk mencapai jarak yang sejauh-jauhnya.
DAFTAR
PUSTAKA
S.Eddi. 2017. Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Makassar.

Komentar
Posting Komentar